7,661

Cross-Chain: Teknologi Pendukung Jaringan Blockchain

Hal yang paling melekat dengan teknologi adalah inovasi. Teknologi tidak akan berkembang tanpa adanya inovasi dari pada pengembang dan penemu teknologi. Para digital talent selalu berupaya untuk berinovasi dalam menciptakan teknologi baru maupun mengembangkan teknologi yang telah ada demi terwujudnya sistem yang seamless. Teknologi blockchain juga tidak luput dari proses pengembangan. Salah satunya teknologi dalam dunia blockchain yang sedang berkembang adalah cross-chain. Namun, sebelum kita mengenal apa itu teknologi cross-chain, mari kita memahami apa itu blockchain terlebih dahulu dalam artikel Memahami Tren Baru Teknologi Blockchain. Jika sudah memahami pengertian dasar mengenai blockchain, mari simak penjelasan mengenai teknologi crosschain berikut.

Apa Itu Cross-Chain?

Mengapa cross-chain diciptakan? Sebelumnya, belum ada blockchain yang mendukung terjadinya pengiriman nilai atau data dari dan ke blockchain yang berbeda. Contohnya, pengiriman koin BTC pada jaringan blockchain Bitcoin ke jaringan blockchain Ethereum. User harus menukar koin BTC-nya terlebih dahulu sebelum ditransfer untuk melakukan transaksi pada jaringan Ethereum. Dengan adanya teknologi cross-chain dalam ekosistem DeFi, konektivitas antar blockchain dapat mewujudkan pertukaran data dan token antar jaringan yang berbeda.

Adaptasi Teknologi Cross-chain

Polkadot

Cosmos

Wanchain

Blocknet

AION

Bagaimana pendapat kalian setelah membaca penjelasan mengenai cross-chain di atas? Apakah dapat membantu kalian dalam bertransaksi di dunia crypto? Drop pendapat kalian di kolom komentar ya. Ikuti terus artikel-artikel kami agar kalian semakin paham mengenai crypto. Jangan lupa kunjungi website Litedex, Instagram, Twitter, YouTubedan TikTok untuk terus mendapat update informasi dari kami.

What’s your Reaction?
+1
90
+1
0
+1
79
+1
41
+1
1
+1
1
close

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Join our subscribers list to get the latest news in your inbox.